Asal-Usul dan Cara Pembuatannya – Buttonscarves


Parfum kini dianggap sebagai fashion essential yang dibutuhkan banyak orang untuk digunakan sehari-hari. Pasalnya, aroma yang harum dan menyenangkan dari parfum mampu meningkatkan daya tarik dan memberikan kesan positif pada penampilan secara keseluruhan. 

Nah, tentunya ada sejarah dan proses yang menarik hingga parfum dianggap sebagai kebutuhan di zaman sekarang. Penasaran dengan asal-usul parfum dan bagaimana parfum bisa jadi barang penting dalam keseharian kita? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Asal-Usul Parfum

Ramuan parfum

Sumber gambar: Pexels/Elina Fairytale

Parfum sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Kata parfum sendiri pun berasal dari bahasa Latin “per fume” yang berarti melalui asap. Nama perfume dipakai untuk menggambarkan aroma yang dihasilkan dari pembakaran dupa. Bentuk pertama parfum merupakan dupa yang pertama kali dibuat oleh Mesopotamia sekitar 4000 tahun lalu. 

Pada saat itu, parfum digunakan untuk kebutuhan ritual keagamaan tertentu. Budaya tersebut kemudian menyebar ke Mesir, Tiongkok, Yunani, Roma, dan beberapa negara Timur Tengah. Setiap kebudayaan menggunakan jenis parfum yang berbeda, sesuai dengan jenis tanaman yang tersedia di wilayah mereka. 

Berkembangnya Parfum

Melansir laman McGill University, Kanada, parfum cair pertama dikembangkan oleh orang Yunani Kuno. Namun, perkembangan penyulingan oleh orang Arab lah yang membuat pembuatan parfum dapat bertahan.

Sejarah menemukan tulisan seorang ahli kimia bernama Al-Kindi di abad ke-9. Ia menulis buku berjudul Book of the Chemistry of Perfume and Distillations yang berisi lebih dari 100 resep minyak wangi, salep, dan obat. Ia juga menuliskan paparan 107 metode dan resep membuat parfum serta alat yang diperlukan.

Kemudian di abad ke-10, Ibnu Sina, seorang ahli kimia dari Persia mulai memperkenalkan parfum sebagai metode pengobatan. Teknik tersebut kini dikenal sebagai aromaterapi atau minyak esensial. Ia juga menemukan teknik penyulingan uap air menjadi minyak esensial. 

Dalam perkembangannya, parfum mencapai ekspansi besar di abad ke-17, terutama di Prancis. Kondisi pada masa itu sangat kotor dan wewangian digunakan untuk mengharumkan tubuh dan sebagai pengharum pakaian serta furnitur.

Di Inggris sendiri, parfum digunakan secara luas pada masa pemerintahan Henry VIII dan Ratu Elizabeth I. Semua tempat umum diberi wewangian selama pemerintahan Elizabeth karena dia tidak dapat mentolerir bau yang tidak sedap.

Pada zaman itu, parfum hanya digunakan oleh masyarakat kelas bangsawan ketika menghadiri acara-acara tertentu. Namun, perlahan-lahan parfum mulai menyebar dan digunakan oleh masyarakat dari berbagai kelas sosial. 

Lalu pada abad ke-19, parfum mengalami perubahan besar dengan berubah ke bahan kimia sebagai dasar untuk wewangian modern. Penemuan-penemuan di bidang kimia modern yang menjadi dasar pembuatan parfum mulai banyak dilakukan untuk menciptakan jenis wewangian baru yang lebih mudah dan bertahan lama.

Proses Pembuatan Parfum 

Dalam proses pembuatannya, bahan kimia alami seperti ekstraksi minyak esensial dari tumbuh-tumbuhan serta bahan sintetis dimanfaatkan untuk pembuatan parfum. Meskipun banyak metode yang dapat digunakan, distilasi adalah metode yang paling umum dipakai.

Distilasi uap didasarkan pada prinsip bahwa bahan tanaman yang ditempatkan dalam air mendidih akan melepaskan minyak atsirinya yang kemudian menguap bersama uap.

Setelah uap dan minyak terkondensasi, minyak akan terpisah dari air dan dapat dikumpulkan. Ribuan kilo bunga mungkin diperlukan untuk mendapatkan hanya satu kilo minyak atsiri, yang sebagian menjelaskan mengapa banyak parfum begitu mahal.

Minyak kemudian diencerkan dengan alkohol, yang juga berfungsi sebagai fiksatif, memberi wewangian efek tahan lama dengan menunda penguapan.

Larutan yang diencerkan kemudian dibiarkan terendam dalam pot tembaga atau stainless steel khusus sebelum didinginkan untuk memungkinkan resin atau partikel lilin mengendap. Setelah itu, larutan tersebut melewati proses penyaringan dan pengemasan. 

Berbagai Jenis Parfum

Seiring berkembangnya zaman, parfum kini semakin banyak jenisnya. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai jenis parfum yang saat ini banyak beredar di pasaran:

Eau De Parfum

Eau de perfume memiliki konsentrasi minyak esensial paling tinggi dibandingkan Eau de Cologne dan Eau de Toilette. Presentasi essential oil yang terkandung di dalamnya mencapai 15 hingga 20 persen.

Jika kamu memiliki aktivitas padat seharian di luar rumah dan menginginkan aroma parfum yang lebih tahan lama, Eau de Parfum dapat jadi pilihan yang tepat. Biasanya Eau de Perfume lebih mahal dari Eau de Cologne dan Eau de Toilette.

Eau De Toilette

Konsentrasi esensial pada jenis wewangian ini memang tidak sekecil di Eau de Cologne, namun tetap tidak lebih besar dari Eau de Perfume.

Minyak esensial pada jenis parfum ini ada di level 12 hingga 15 persen, sehingga daya tahan wanginya memang tidak terlalu lama, biasanya hanya 3-4 jam saja. Selain itu, aromanya yang ringan juga menjadi alasan banyak orang memilih wewangian dengan tipe ini.

Eau De Cologne

Dibandingkan dengan 3 jenis parfum di atas, kandungan minyak esensial dari Eau de Cologne lebih rendah yakni hanya 2-4% saja.Hal tersebut membuat Eau de Cologne hanya mampu bertahan selama 2-3 jam saja. 

Apabila ingin menjaga tubuh tetap segar, kamu perlu menyemprotkannya kembali setiap beberapa jam agar aromanya kembali muncul.

Baca Juga: Ini Koleksi Parfum Buttonscarves Beauty, Wajib Dicoba!

Demikianlah ulasan mengenai sejarah parfum, penjelasan cara pembuatannya, hingga jenis-jenisnya. Memakai wewangian tak hanya membuat diri kita wangi dan orang-orang senang berada di dekat kita, namun juga dapat membantu meredakan stres, memberikan energi pada diri, atau sekedar mengangkat suasana hati.

Buttonscarves Beauty Eau De Perfume

Buttonscarves Beauty Eau De Perfume

Apabila kamu sedang mencari parfum wanita, Buttonscarves Beauty memiliki berbagai koleksi parfum dengan wangi-wangi yang khas. Mulai dari wangi musky, floral, fruity, hingga wangi lainnya yang calming dan elegan.Tak hanya itu, parfum dari Buttonscarves juga memiliki ketahanan hingga 12 jam, sehingga kamu bisa tetap harum sepanjang hari.

Semua parfum Buttonscarves Beauty terjamin aman karena telah diuji secara dermatologis mengandung alkohol premium super fine sebesar 96%. Selain itu, bahan natural nabati yang digunakan, seperti essential oil juga ramah terhadap hewan karena tidak diuji coba pada hewan (cruelty-free).

Untuk menentukan varian mana yang sesuai dengan keinginan kamu, kamu bisa cek eau de parfum yang cocok dengan kepribadian kamu. Kamu juga bisa mengunjungi store Buttonscarves terdekat di kotamu untuk mencium aromanya secara langsung!

Tinggalkan Balasan